top of page

Pakan Udang Organik dan Pakan Sintetis, Mana yang Lebih Baik?

  • Redaktur: Audri Rianto
  • 26 menit yang lalu
  • 3 menit membaca

Budidaya udang merupakan sektor unggulan di industri perikanan Indonesia. Terbukti, Indonesia berhasil mengekspor ribuan ton udang ke seluruh dunia. Untuk rutin mengekspor udang dengan jumlah yang besar, tentu perlu usaha luarbiasa guna menjaga produktivitas.


 

Salah satu hal yang paling penting dalam budidaya udang, terutama yang paling berkaitan dengan produktivitas ialah pemilihan dan pemberian pakan yang tepat. Pada praktiknya, pembudidaya kerap kali mengalami kesulitan dalam menentukan jenis pakan yang tepat, apakah pakan organik atau pakan buatan yang akan diberikan pada tambak yang mereka kelola.

 

Padahal, kedua jenis pakan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga petambak hanya perlu mempertimbangkannya sesuai dengan kondisi budidaya yang mereka hadapi. Pada artikel kali ini, kami akan membahas mengenai perbandingan antara pakan udang organik dan pakan sintetis atau buatan, serta mana yang lebih baik untuk budidaya udang.

 

Pakan Organik

Pakan organik ialah pakan yang dibuat atau didapat dari bahan alami, seperti alga, beragam tanaman, dan bahan baku hewani yang dinilai lebih bebas dari paparan pestisida dan bahan kimia. Pakan organik tentu lebih ramah lingkungan, karena pada proses pembuatannya tidak menggunakan bahan kimia yang berpotensi mencemari lingkungan.

 

Kelebihan pakan organik ialah sisi keberlanjutannya yang dinilai dapat digunakan sampai kapanpun tanpa perlu khawatir dengan terjadinya kerusakan ekosistem. Selain itu, udang yang diberi pakan organik akan lebih sehat dan terbebas dari residu bahan kimia, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi. Tidak hanya itu, udang yang diberi pakan organik akan memiliki tekstur dan rasa yang lebih baik, yang mana hal ini merupakan keunggulan kompetitif di pasar.

 

Namun, kendala menggunakan pakan organik ialah biasanya pada proses pembuatannya, pakan organik justru memakan biaya yang lebih mahal dari pakan pabrikan, sebab bahan bakunya yang terbatas dan proses produksinya yang lebih rumit. Hal tersebut justru akan meningkatkan biaya produksi dan membuat potensi keuntungan menipis.

 

Pakan Sintetis atau Buatan

Pakan sintetis ialah pakan dengan kandungan bahan-bahan yang diolah secara kimiawi untuk memenuhi kebutuhan gizi udang. Pakan jenis ini sering kali mengandung nutrisi yang lebih lengkap dibandingkan dengan pakan organik, mulai dari berbagai jenis protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan udang secara spesifik

 

Keuntungan dari menggunakan pakan sintetis atau buatan pabrik ialah harganya relatif lebih murah serta nutrisi yang lebih lengkap sehingga dapat membuat proses budidaya lebih efisien dan hemat biaya. Selain itu, pakan sintetis juga lebih mudah ditemukan di pasaran, sehingga petambak akan lebih mudah untuk mendapatkannya serta tidak akan merasa kerepotan untuk mencarinya.

 

Kekurangan dari pakan sintetis ialah adanya potensi kandungan antibiotik dan pestisida yang dapat menumpuk dan menjadi residu di dalam daging udang. Residu bahan kimia tersebut tidak bisa diabaikan, karena akan membuat produk tidak aman dikonsumsi, selain itu udang dengan residu bahan kimia seperti antibiotik dan pestisida yang tinggi tidak akan bisa menembus pasar internasional, dengan demikian produk yang dihasilkan akan memiliki pangsa pasar yang terbatas.

 

Mana yang Lebih Baik?

Memutuskan untuk menggunakan pakan organik atau pakan sintetis sangat tergantung pada tujuan dan skala budidaya udang yang dilakukan. Untuk petambak yang mengutamakan keberlanjutan dan kualitas produk, pakan organik bisa menjadi pilihan yang lebih baik meskipun harganya lebih mahal. Selain itu, pakan organik juga lebih cocok untuk pasar yang mengutamakan produk ramah lingkungan dan bebas bahan kimia.

 

Di sisi lain, pakan sintetis lebih sesuai bagi petambak yang mengutamakan efisiensi biaya dan produktivitas dalam skala besar. Pakan jenis ini menawarkan kemudahan dan harga yang lebih terjangkau, namun dengan terjadinya residu bahan kimia serta dampak terhadap lingkungan. Untuk itu, sebelum memilih merk tententu, pastikan bahwa produk pakan tidak mengandung bahan kimia berbahaya yang memicu residu berlebihan.



Baca Juga

bottom of page